BRMP Sulawesi Utara Hadiri Gerakan Tanam Padi Bersama BWS Sulawesi I
Touliang (28/8)
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi I melakukan gerakan tanam padi bersama, serta running test sumur dalam. Kegiatan dilaksanakan di kluster tumbuh kembang pangan Desa Touliang Kecamatan Kakas Barat Kabupaten Minahasa. Hadir dalam acara tersebut perwakilan BRMP Sulawesi Utara Denny Mamesah, SP dan Aldryanto Assa, SST.
Selain itu, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, Dandim 1302 Minahasa Letkol Bonaventura, Kepala Bapenda, Kadis PU Minahasa, Kabag Prokopim, Sekcam Kakas Barat, Koordinator BPP Kakas Barat, Hukum Tua Desa Touliang dan kelompok tani penerima manfaat kegiatan.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Ir Sugeng Harianto,MSi, MT., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada 38 lokasi perbaikan jaringan irigasi di Minahasa. Hal tersebut untuk mendukung Asta Cita no 2 dari Presiden Prabowo, dengan harapan pada akhir tahun 2025 swasembada pangan bisa terwujud.
Ditekankan juga agar instansi terkait mendampingi masyarakat penerima manfaat dari program tersebut. Selanjutnya aset diserahkan kepada kelompok untuk dikelola.
Sementara Wakil Bupati Minahasa dalam sambutannya mengatakan, bahwa di Minahasa baru sepertiga dari jaringan tanggul di Tondano yang dikelola oleh BWS. Selain Danau Tondano, ada 30-an inlet sungai yang mengalami pendangkalan. Selama ini Pemkab, BWS, PLN dan masyarakat bekerja sama dalam menangani pendangkalan sungai maupun dalam penanganan banjir.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di Minahasa, serta menekan laju inflasi, yang pada akhirnya akan mewujudkan swasembada pangan. Salah satu visi misi bupati adalah menciptakan Minahasa sebagai daerah pariwisata yang maju, yakni melalui pengembangan agrowisata.
Pemkab memberikan apresiasi kepada masyarakat yang masih tetap menjadi petani di tengah gempuran petani yang beralih profesi. Kegiatan dilanjutkan dengan menanam padi bersama pada lahan seluas 2,5 ha, yang sumber pengairannya dari pemanfaatan jaringan irigasi tanah.